Restauran di Depok Dilarang Beri Layanan Makan Ditempat

Depok, Pelitabaru.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, melarang para pemilik/pengelola rumah makan/restauran untuk sementara waktu tidak memberikan layanan makan di tempat bagi pelanggan untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19.

“Layanan untuk konsumen digantikan dengan layanan take away (dibawa pulang) atau pemesanan via jasa layanan diantar ke tempat pemesanan (delivery order),” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Minggu (5/4/2020).

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengeluarkan Surat Edaran Nomor 443/171-Huk/Disporyata tertanggal 4 April 2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di restauran atau rumah makan di Kota Depok.

Ia juga mengatakan, penyebaran Covid-19 saat ini terus meningkat, sehingga dirinya meminta kepada seluruh warga Kota Depok untuk mengikuti seluruh protokol pemerintah, diam di rumah, jaga jarak fisik dan sosial, sehingga dapat menghentikan penyebaran COVID-19 di wilayahnya.

Sementara itu, untuk mempercepat terealisasinya Kampung Siaga Covid-19 di setiap Rukun Warga (RW), Pemkot Depok mengucurkan dana sebesar Rp 3 juta untuk masing-masing RW.

“Untuk pembentukan dan penyelenggaraan Kampung Siaga COVID-19, masing-masing RW akan diberikan bantuan stimulan sebesar Rp 3 juta. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok,”  Mohammad Idris.

Instruksi percepatan pembentukan Kampung Siaga Covid-19 ini sangat ditekankan pada sejumlah perangkat kecamatan dan kelurahan, sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor  443/166-huk/DPKP, tentang Pembentukan Kampung Siaga Covid-19. Dikatakannya, Kampung Siaga digagas bersama mitra pemerintah dan stakeholder lainnya.

Lebih lanjut Idris mengatakan, layanan program Edukasi Kampung Siaga Covid-19 bisa disampaikan melalui telepon ke seluruh Puskesmas di Kota Depok. Selain itu, Layanan Kesiagaan Darurat sendiri, bisa disampaikan ke 112, 119, Camat on Call dan Lurah on Call.

“Selanjutnya selain sejumlah rumah sakit, kami juga mempersiapkan Puskesmas di Pancoran Mas, Cinere dan Cimanggis sebagai tempat screening awal dan pra-rujukan, yang bisa diakses oleh Kampung Siaga COVID-19,” pungkasnya.

Informasi yang didapat, data kasus COVID-19 di Kota Depok hingga Minggu (5/4) kasus konfirmasi positif sebanyak 64 orang, sembuh 10 dan meninggal delapan orang.

Sementara OTG 368 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.056 orang, selesai pemantauan 237 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 489 orang, selesai 68 orang dan 421 orang masih dalam pengawasan. (wan/ant)

suadm

Read Previous

Perangi Corona Jauh Lebih Prioritas, Jadwal Pelantikan Kades Dikaji

Read Next

Jembatan Bodeman Ambruk, Ini Langkah Bupati Anne

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *