Pejabat Dinkes Kota Bogor Meninggal Akibat Covid-19

Bogor, pelitabaru.com – Salah seorang pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, meninggal usai menjalani perawatan di ruang isolasi pasien positif virus corona atau Covid-19 di RSUD Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim membenarkan informasi meninggalnya salah seorang pejabat Dinkas Kota Bogor tersebut.
“Betul meninggal. Positif (Covid-19) baru dirilis 2 hari lalu dari hasil test swab,” ujar ungkap Dedie Rachim pada wartawan, Jumat (27/3).
Kabid Dinkes ini disebut sebagai rombongan atau cluster virus Corona yang dikelompokkan dengan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
Sebagaimana diketahui, Walikota Bima Arya dinyatakan mengidap virus Corona setelah pulang dari bepergian ke luar negeri yaitu Turki dan Azerbaijan.
Sebelumnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Kota Bogor meninggal sebanyak 7 orang. Sementara positif virus Corona juga naik menjadi 9 orang.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, sebagai Juru Bicara Pemerintah Kota Bogor untuk Siaga Corona, mengatakan melalui pernyataan tertulisnya, di Kota Bogor, Jumat (27/3) ketujuh orang PDP yang meninggal dunia itu seluruhnya telah menjalani tes swab untuk mendeteksi virus corona.
“Sampel tesnya sudah dikirim ke Laboratorium di Litbangkes Kementerian Kesehatan dan masih menunggu hasilnya,” katanya,
Sementara itu, jumlah warga Kota Bogor yang berstatus PDP jumlahnya bertambah empat orang lagi, sehingga seluruhnya menjadi 37 orang.
“Dari jumlah total itu, ada sebanyak tujuh PDP yang dinyatakan sudah selesai pengawasan atau sudah sehat, sementara 24 orang masih dirawat di rumah sakit,” kata Retno.
Kemudian, warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah dua orang lagi, pada Jumat hari ini, sehingga jumlah seluruhnya menjadi sembilan orang. “Dari jumlah tersebut, satu orang di antaranya telah meninggal dunia, sedangkan delapan orang lainnya masih dirawat di rumah sakit,” katanya.
Sedangkan, warga Kota Bogor berstatus orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya bertambah 22 orang lagi, pada Jumat hari ino, sehingga seluruhnya menjadi 589 orang.
Dari jumlah total tersebut, menurut Retno, OPD yang dinyatakan sudah selesai pemantauan atau sudah sehat sebanyak 45 orang, sehingga ODP yang masih dalam pemantauan ada sebanyak 544 orang.(rb/ant/zack)

suadm

Read Previous

Alhamdulillah, Wakil Wali Kota Bandung Sembuh Dari Corona

Read Next

Pasien Sembuh Membuktikan Covid-19 Bisa Dikendalikan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *